DI ANTARA lipatan ingatan ini terselip sebuah cerita tentang gunung; panggung yang selalu menyuguhkan rasa nyaman. Disediakan pada siapa saja yang mau menyapanya sebagai sahabat. Mendiami gunung adalah pilihan bersahaja. Mereka yang berdomisili jauh dari peradaban kota itu tak pernah berhitung sedemikian rumitnya.
Di gunung pula aku kenal Pak Rebo. Atau Rabu dalam bahasa Indonesia. Nama yang sederhana, memang. Begitu simpel orangtua “nggunung” menamai anak mereka, sebagaimana bapak-ibu Pak Rebo menamainya, sesimpel cara hidup mereka. Tak perlu berpikir terlalu rumit untuk menandai anaknya. Lahir hari apa, begitulah si anak dinamai.
MEMENUHI kebutuhan ekonomi itu sebenarnya simple. Tidak perlu bekerja keras siang-malam, sampai hilang waktu untuk memanjakan diri. Tidak perlu untuk mengejar karir kepangkatan atau jabatan yang biasanya melibatkan sikut-sikutan bahkan bacokan. Tidak perlu itu semua. Dalam memenuhi kebutuhan hidup, tidak perlu buang-buang banyak tenaga, tapi ujung-ujungnya orang lain juga yang menikmati hasil dari kerja keras kita (baca: bos, pimpinan). 
