Wednesday, January 2, 2013

Salah Kaprah Menempatkan Imam

imageINI adalah catatan kecil lama, yang saya modifikasi ulang sesuai situasi kekinian. Ini adalah cerita tentang mindset keagamaan sekarang, yang kalau boleh saya beropini, benar-benar mbeleset. 


Umat modern, yang mengaku percaya Tuhan sebagai pemilik dan pengendali seluruh isi semesta alam ini, terkesan malah sama sekali tak punya takut pada Dzat serba-Maha itu. Umat lebih lebih takut pada imam, se-mbeleset apapun ajarannya. Padahal, jelas-jelas seorang imam itu nggak ada apa-apanya dibanding Tuhan. Lha wong imam itu kan juga manusia, ciptaan Tuhan.


Ini catatan kecil tentang ke-taktakut-an umat pada Tuhan, lebih tunduk pada titah imam dan mengesampingkan firman Tuhan. Daripada nantinya cerita ini jadi fitnah yang terkesan menjelek-jelekkan orang lain, saya contohkan pengalaman diri saya sediri saja.


Monday, December 31, 2012

Rebo, Nama Orang Gunung Itu

Gunung LawuDI ANTARA lipatan ingatan ini terselip sebuah cerita tentang gunung; panggung yang selalu menyuguhkan rasa nyaman. Disediakan pada siapa saja yang mau menyapanya sebagai sahabat. Mendiami gunung adalah pilihan bersahaja. Mereka yang berdomisili jauh dari peradaban kota itu tak pernah berhitung sedemikian rumitnya.


Di gunung pula aku kenal Pak Rebo. Atau Rabu dalam bahasa Indonesia. Nama yang sederhana, memang. Begitu simpel orangtua “nggunung” menamai anak mereka, sebagaimana bapak-ibu Pak Rebo menamainya, sesimpel cara hidup mereka. Tak perlu berpikir terlalu rumit untuk menandai anaknya. Lahir hari apa, begitulah si anak dinamai. 


Friday, November 9, 2012

Story of Mist

RANU KUMBOLO is a mountain lake in Lumajang, East Java. It is in the Tengger Mountains, in the valley of Mount Semeru. The extent of 15 acres. Ranu Kumbolo is part of the Bromo Tengger Semeru National Park. Mist make this place so awesome.

Private Collection
These photos were taken in 2005-2007.


Tuesday, November 6, 2012

Rezeki Itu Datang dengan Cara yang Sederhana

MEMENUHI kebutuhan ekonomi itu sebenarnya simple. Tidak perlu bekerja keras siang-malam, sampai hilang waktu untuk memanjakan diri. Tidak perlu untuk mengejar karir kepangkatan atau jabatan yang biasanya melibatkan sikut-sikutan bahkan bacokan. Tidak perlu itu semua. Dalam memenuhi kebutuhan hidup, tidak perlu buang-buang banyak tenaga, tapi ujung-ujungnya orang lain juga yang menikmati hasil dari kerja keras kita (baca: bos, pimpinan). 


Hanya butuh sedikit kejelian (dan tentunya kemauan untuk jeli itu sendiri).


Monday, November 5, 2012

Ada Warna dalam Preferensi




KEBANYAKAN teman sesama penggemar sepak bola mencap kecenderungan dukungan saya terhadap suatu tim itu “membabi-buta tanpa pertimbangan”. Bahkan ada yang bilang “freak”. Wajar juga mereka berkata demikian. Karena saya selalu mendukung tim-tim yang kurang popular.